TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Persijap Jepara akan dibantu perusahaan
analisis olahraga dari Australia, PT Sportech saat menjalani tiga laga
di
turnamen pramusim, Inter Island Cup (IIC) 2014.
Pelatih Persijap, Raja Isa mengatakan PT Sportech yang berkantor cabang
di Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia ini akan mengolah data dan
menganalisis
kelemahan dan keunggulan klub berjuluk Laksar Kalinyamat selama di IIC.
"Kami bekerjasama dengan PT Sportech di tiga laga IIC. Jadi nanti ada
analisis dari tiga laga ini sebelum kami menghadapi ISL (Liga Super
Indonesia Red),"
ujar pelatih berpaspor Malaysia kepada Tribun Jateng, Minggu (12/1/2014).
Di IIC, Persijap berada di grup Jawa 1 dan akan berlaga di Stadion Si
Jalak Harupat, Kabupaten Bandung mulai Senin (13/1/2014) hingga Kamis
(16/1/2014).
Tiga tim yang akan dihadapi Evaldo Silva dkk yakni tuan rumah Persib Bandung, Pelita Bandung Raya dan Persita Tangerang.
JAM
Sabtu, 11 Januari 2014
Jumat, 10 Januari 2014
PERSIJAP gunakan Jersey Apparel asal Thailand di ajang Inter Island Cup
Melalui Fanpage Resmi Mereka PERSIJAP Jepara .
PERSIJAP Jepara memposting Jersey mereka yang akan mereka kenakan di Ajang Inter Island Cup 2014.
Jersey Home dan Away #Persijap dalam ajang Inter Island Cup 2014, Tahun ini Laskar Kalinyamat menggunakan apparel dari Eurekasport, Thailand.
Tidak hanya jersey saja, melainkan apparel komplit kecuali sepatu semua menggunakan EUREKA.
"Bentuk sponsornya berupa apparel. Komplit, kecuali sepatu. Nilainya kira-kira Rp500 juta," kata MS Basalamah.
Eureka sendiri dikenal sebagai sponsor klub sepakbola divisi dua, Ubon UMT (semi profesional), Globlex FC (semi profesional), serta Nakhon Si Heritage (profesional).
Selain klub sepak bola, Eureka juga mensponsori klub futsal, sepak bola pantai, timnas sepak takraw putri Malaysia, serta timnas sepak takraw putri Vietnam.
Tidak hanya itu mengaraungi ISL musim ini PERSIJAP juga akan mengenakan jersey asal Thailand tersebut ,namun dengan desain yang berbeda
PERSIJAP Jepara memposting Jersey mereka yang akan mereka kenakan di Ajang Inter Island Cup 2014.
Jersey Home dan Away #Persijap dalam ajang Inter Island Cup 2014, Tahun ini Laskar Kalinyamat menggunakan apparel dari Eurekasport, Thailand.
Tidak hanya jersey saja, melainkan apparel komplit kecuali sepatu semua menggunakan EUREKA.
"Bentuk sponsornya berupa apparel. Komplit, kecuali sepatu. Nilainya kira-kira Rp500 juta," kata MS Basalamah.
Eureka sendiri dikenal sebagai sponsor klub sepakbola divisi dua, Ubon UMT (semi profesional), Globlex FC (semi profesional), serta Nakhon Si Heritage (profesional).
Selain klub sepak bola, Eureka juga mensponsori klub futsal, sepak bola pantai, timnas sepak takraw putri Malaysia, serta timnas sepak takraw putri Vietnam.
Tidak hanya itu mengaraungi ISL musim ini PERSIJAP juga akan mengenakan jersey asal Thailand tersebut ,namun dengan desain yang berbeda
Kamis, 09 Januari 2014
PERSIJAP dapatkan Pemain Eks PSIR
Persijap membuat kejutan. Tim berjuluk Laskar Kalinyamat tersebut
mengklaim telah memiliki Christian Lenglolo, penyerang andalan PSIR
Rembang. Bahkan, pemain asal Kamerun tersebut dijadwalkan sudah megikuti
latihan bersama Evaldo Silva dkk mulai Kamis (9/1) sore ini.
Kepindahan Lenglolo ke Persijap menjadi kabar menarik. Lantaran, mantan penyerang Sriwijaya FC ini sudah sering mengatakan keinginannya akan tetap bertahan di PSIR. Meskipun tim tersebut musim ini akan tampil di Divisi Utama.
Bahkan, manajemen Persijap sudah memasukkan nama Lenglolo di antara 25 pemain yang didaftarkan ke Liga untuk mengikuti Inter Island Cup (IIC) 2014.
Pelatih Persijap Raja Isa menjelaskan, Lenglolo merupakan pemain asing yang memiliki kualitas mumpuni. Dengan anggaran dana yang sangat minim, mendapatkan pemain asing seperti Lenglolo menjadi keuntungan dan keberuntungan bagi Persijap.
”Saat masih bersama PSIR Rembang musim lalu, dia menjadi pemain andalan. Kualitasnya tidak perlu diragukan. Tapi sementara ini dia didatangkan secara khusus untuk IIC,” kata Raja Isa.
Meskipun sudah didaftarkan ke Liga, Raja Isa belum bisa memberi garansi tentang masa depan Lenglolo di Persijap. Dia akan melihat kualitas terkini dari pemain yang akrab disapa Lolo tersebut selama bertarung di ajang IIC.
”Untuk kompetisi ISL nanti, kami belum bisa memastikan Lenglolo masih memperkuat Persijap apa tidak. Sebab, selama kompetisi IIC bergulir, Persijap masih dalam masa mencari komposisi pemain yang ideal. Sehingga, masa depan pemain, termasuk Lenglolo tergantung dari penampilan saat di IIC,” ungkapnya.
Selain Lenglolo, nama lain yang juga masuk dalam daftar pemain Persijap di IIC yakni legiun asal Paraguay Nelson Capparo Aguero. Pemain ini tercatat sempat memperkuat sejumlah tim Divisi Utama, Perseta Tulungagung dan Persewangi Banyuwangi.
Kabar lain dari Persijap, tim ini akan mendapat bantuan dari Malaysia berupa sport technology (Sport Tec) yang nantinya digunakan saat pertandingan selama mengikuti IIC. ”Kami telah mendapatkan alat untuk menganalisis kemampuan dan kelemahan tim serta pemain secara individu.alat tersebut berasal dari Malaysia,” ungkapnya.
Dengan bantuan tersebut, ia berharap dapat menilai kekuatan tim dan pemain agar dapat diperbaiki sebelum kompetisi digulirkan. Selama IIC berlangsung, Persijap akan memaksimalkan piranti tersebut untuk memudahkan mendeteksi kualitas masing-masing pemain
Sumber : Koran Muria dan fanpage
Kepindahan Lenglolo ke Persijap menjadi kabar menarik. Lantaran, mantan penyerang Sriwijaya FC ini sudah sering mengatakan keinginannya akan tetap bertahan di PSIR. Meskipun tim tersebut musim ini akan tampil di Divisi Utama.
Bahkan, manajemen Persijap sudah memasukkan nama Lenglolo di antara 25 pemain yang didaftarkan ke Liga untuk mengikuti Inter Island Cup (IIC) 2014.
Pelatih Persijap Raja Isa menjelaskan, Lenglolo merupakan pemain asing yang memiliki kualitas mumpuni. Dengan anggaran dana yang sangat minim, mendapatkan pemain asing seperti Lenglolo menjadi keuntungan dan keberuntungan bagi Persijap.
”Saat masih bersama PSIR Rembang musim lalu, dia menjadi pemain andalan. Kualitasnya tidak perlu diragukan. Tapi sementara ini dia didatangkan secara khusus untuk IIC,” kata Raja Isa.
Meskipun sudah didaftarkan ke Liga, Raja Isa belum bisa memberi garansi tentang masa depan Lenglolo di Persijap. Dia akan melihat kualitas terkini dari pemain yang akrab disapa Lolo tersebut selama bertarung di ajang IIC.
”Untuk kompetisi ISL nanti, kami belum bisa memastikan Lenglolo masih memperkuat Persijap apa tidak. Sebab, selama kompetisi IIC bergulir, Persijap masih dalam masa mencari komposisi pemain yang ideal. Sehingga, masa depan pemain, termasuk Lenglolo tergantung dari penampilan saat di IIC,” ungkapnya.
Selain Lenglolo, nama lain yang juga masuk dalam daftar pemain Persijap di IIC yakni legiun asal Paraguay Nelson Capparo Aguero. Pemain ini tercatat sempat memperkuat sejumlah tim Divisi Utama, Perseta Tulungagung dan Persewangi Banyuwangi.
Kabar lain dari Persijap, tim ini akan mendapat bantuan dari Malaysia berupa sport technology (Sport Tec) yang nantinya digunakan saat pertandingan selama mengikuti IIC. ”Kami telah mendapatkan alat untuk menganalisis kemampuan dan kelemahan tim serta pemain secara individu.alat tersebut berasal dari Malaysia,” ungkapnya.
Dengan bantuan tersebut, ia berharap dapat menilai kekuatan tim dan pemain agar dapat diperbaiki sebelum kompetisi digulirkan. Selama IIC berlangsung, Persijap akan memaksimalkan piranti tersebut untuk memudahkan mendeteksi kualitas masing-masing pemain
Sumber : Koran Muria dan fanpage

Rabu, 08 Januari 2014
AS Roma Sambut Radja Nainggolan Dengan Bahasa Indonesia
AS Roma Sambut Radja Nainggolan Dengan Bahasa Indonesia
Indonesia patut juga berbangga dengan kepindahan Radja Nainggolan ke AS Roma. Mantan pemain Cagliari tersebut hengkang ke ibukota Italia dengan status pinjaman.
Lantas apa hubungannya dengan Indonesia? Ya, meskipun tidak terlibat langsung dalam proses transfer tersebut, Indonesia patut berbangga karena bahasa Indonesia juga digunakan untuk menyambut kedatangan Nainggolan ke Roma.
Dalam twitter resmi AS Roma, @OfficialASRoma, pihak Roma memberikan ucapan selamat datang kepada Nainggolan yang memiliki darah Indonesia dengan menggunakan bahasa Indonesia. "SELAMAT DATANG DI ROMA, RADJA!" tulis akun resmi AS Roma itu.
SELAMAT DATANG DI ROMA, RADJA! #Nainggolan
Selain bahasa Indonesia, kedatangan pemain Belgia keturunan Indonesia ini juga disambut dengan menggunakan bahasa Italia, bahasa Inggris dan juga bahasa Belanda.
Saat ini, status Nainggolan di Roma adalah sebagai pemain pinjaman dengan harga 3 juta euro. Durasi peminjaman ini hingga akhir musim nanti dan Roma bisa membuat status Nainggolan permanen dengan membayar 6 juta euro lagi nantinya.
Bola.net
Indonesia patut juga berbangga dengan kepindahan Radja Nainggolan ke AS Roma. Mantan pemain Cagliari tersebut hengkang ke ibukota Italia dengan status pinjaman.
Lantas apa hubungannya dengan Indonesia? Ya, meskipun tidak terlibat langsung dalam proses transfer tersebut, Indonesia patut berbangga karena bahasa Indonesia juga digunakan untuk menyambut kedatangan Nainggolan ke Roma.
Dalam twitter resmi AS Roma, @OfficialASRoma, pihak Roma memberikan ucapan selamat datang kepada Nainggolan yang memiliki darah Indonesia dengan menggunakan bahasa Indonesia. "SELAMAT DATANG DI ROMA, RADJA!" tulis akun resmi AS Roma itu.
SELAMAT DATANG DI ROMA, RADJA! #Nainggolan
Selain bahasa Indonesia, kedatangan pemain Belgia keturunan Indonesia ini juga disambut dengan menggunakan bahasa Italia, bahasa Inggris dan juga bahasa Belanda.
Saat ini, status Nainggolan di Roma adalah sebagai pemain pinjaman dengan harga 3 juta euro. Durasi peminjaman ini hingga akhir musim nanti dan Roma bisa membuat status Nainggolan permanen dengan membayar 6 juta euro lagi nantinya.
Bola.net
Selasa, 07 Januari 2014
Pengertian Pendidikan Karakter
Pendidikan Karakter
adalah suatu konsep dasar yang diterapkan ke dalam pemikiran seseorang
untuk menjadikan akhlak jasmani rohani maupun budi pekerti agar lebih
berarti dari sebelumnya sehingga dapat mengurangi krisis moral yang
menerpa negeri ini. Menurut para ahli pengertian pendidikan karakter
haruslah diterapakan ke dalam pikiran seseorang sejak usia dini, remaja
bahkan dewasa, sehingga dapat membentuk karakter seseorang menjadi
lebih bernilai dan bermoral. Dan saya pun setuju dengan hal itu,
bagaimana tidak ? Dahulu bangsa ini terkenal dengan budaya yang ramah
tamah, kejujuran, dan kesopanan. Lihatlah fakta yang terjadi saat ini,
bangsa ini kian hari kian brutal dan arogan, korupsi merajarela,
kehidupan berangsur-angsur mengkiblat ke gaya barat, narkoba dan
lain-lain.
Pengertian ilmu pendidikan karakter ini merupakan salah satu alat yang paling penting dan harus dimiliki oleh setiap orang. Sehingga tingkat pengertian pendidikan karakter seseorang juga merupakan salah satu alat terbesar yang akan menjamin kualitas hidup seseorang dan keberhasilan pergaulan di dalam masyarakat. Disamping pendidikan formal yang kita dapatkan, kemampuan memperbaiki diri dan pengalaman juga merupakan hal yang mendukung upaya pendidikan seseorang di dalam bermasyarakat. Tanpa itu pengembangan inividu cenderung tidak akan menjadi lebih baik. Pendidikan karakter diharapkan tidak membentuk siswa yang suka tawuran, nyontek, malas, pornografi, penyalahgunaan obat-obatan dan lain-lain.
Pada kenyataannya moral adalah faktor utama yang mendukung pendidikan karakter seseorang tetapi masih ada beberapa faktor yang menyebabkan siswa tidak dapat menyerap pendidikan karakter yang diberikan. Sebagian besar dikarenakan terbentur dari sisi latar belakang ekonomi dan sosial, kemampuan seorang siswa sebenarnya ada akan tetapi karena terbentur oleh faktor di atas maka terbentur pula kemampuan seorang siswa untuk dapat menyerap apa yang telah diberikan kepadanya. Umumnya siswa dari keluarga yang memiliki tingkat ekonomi lebih baik akan lebih mudah untuk memilih jenis pendidikan yang diingikannya walaupun kemampuan seseorang berbeda-beda. Tingkat ekonmi juga menyumbang banyak pengaruh kepada tingkat penyerapan seorang siswa, siswa dengan tingkat ekonomi tinggi memiliki kesempatan berpendidikan dan berkarakter lebih baik dibanding dengan siswa yang kurang mampu walaupun hal ini tidak menjadi sebuah patokan. Hal ini pula yang meyakinkan kepada program pemerintah bahwa setiap tingkatan ekonomi masyarakat haruslah dapat memperoleh pendidikan semaksimal mungkin, termasuk pendidikan karakter.
Demikian juga dengan faktor dari dalam, yaitu faktor orang tua. Kenapa saya sebut faktor dari orang tua ? Sebagai orang tua haruslah menaruh kepedulian yang sangat tinggi terhadap pendidikan karakter anak-anaknya karena faktor orang tua juga merupakan salah satu kunci sukses dalam dunia pendidikan. Orang tua yang memiliki tingkat ekonomi tinggi haruslah memfokuskan pendidikan untuk anaknya, jangan memfokuskan untuk mencari harta kekayaan yang beralasan demi masa depan anaknya diukur dengan uang. Orang tua yang memiliki tingkat ekonomi rendah, janganlah menjadikan kambing hitam ekonomi untuk membentengi kemampuan si anak. Orang tua tetaplah harus terlibat dalam dunia pendidikan si anak demi mencapai kesempurnaan pendidikan. Jangan sampai orang tua justru menjadi penghambat upaya-upaya yang dilakukan negara maupun guru.
Faktor lain yang mendukung pendidikan karakter anak adalah guru, guru tentunya harus tahu tujuannya sebagai guru, bukan alasan utama untuk menjadi profesi guru untuk mencari nafkah demi keluarganya saja, tetaplah berpedoman bahwa seorang guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa, bukan pahlawan dengan banyak tanda jasa. Guru memiliki tanggung jawab untuk membentuk hubungan yang baik dengan para siswa dan orang tua. Guru juga harus mampu berkomunikasi secara efektif dengan kedua orang tua dan siswa dalam rangka untuk memastikan bahwa tidak ada kesalahpahaman atau katidaktahuan tentang pendidikan anak-anak. Seorang guru yang baik menyadari setiap kebutuhan khusus untuk membantu siswa menyesuaikan diri dengan kurikulum yang sesuai. Dan sudah pasti, diperlukan kesabaran ekstra bagi seorang guru dalam berhadapan dengan para siswa. Jadi haruslah ada keterkaitan faktor-faktor tersebut agar terjalin kesinambungan pendidikan yang baik bahkan mencapai ke tingkat kesempurnaan.
Tentunya suatu pendidikan yang ideal tidak dapat dicapai dengan hanya belajar di sekolah, walaupun kurikulum selalu disesuaikan dengan peradaban saat ini. Saya sendiri sebenarnya kurang setuju jika kurikulum selalu berubah-ubah, karena menurut pemikiran saya bahwa perubahan kurikulum yang terlalu sering akan menyebabkan penguasaan bidang pendidikan berkurang apalagi kepada pihak guru. Adalah bijaksana jika suatu kurikulum memperhatikan perkembangan jaman, kurikulum yang bersifat elastis yang dapat mengikuti alur kehidupan. Apalagi penerapan kurikulum sudah banyak meninggalkan pendidikan karakter, dahulu kita pernah mendapatkan yang namanya PMP (Pendidikan Moral Pancasila) tetapi saat sekarang sudah tidak terdengar lagi bukan ? Apakah kita harus meninggalkan semua pendidikan etika seperti itu ?
Pendidikan karakter sangatlah menjadi perhatian berbagai negara di dunia ini untuk membentuk generasi yang berkualitas. Kita harapkan saja bahwa generasi penerus bangsa ini juga mengedepankan pendidikan karakter sehingga membentuk generasi yang tidak brutal, tidak berprilaku free seks, tidak berpesta miunuman keras bahkan tidak berprilaku pornografi. Kita juga mengharapkan dapat berkurangnya tingkat korupsi bahkan hilang, dengan meningkatkan pendidikan karakter tersebut.
Pengertian pendidikan karakter memiliki makna yang amat luas, semua itu tergantung kepada setiap individu yang berperan di dalamnya. Semoga saja pendidikan di negeri ini akan bertambah maju demi masa depan generasi penerus bangsa ini, dan semoga juga pendidikan dapat menjangkau semua aspek kehidupan agar bangsa ini dapat bersaing di dunia internasional dan menjadikan manusia Indonesia menjadi lebih bermoral dan bersumber daya yang tinggi. Semoga artikel pendidikan karakter ini dapat memberikan manfaat, salam belajar menjadi blogger
sumber : http://belajarpsikologi.com/pengertian-pendidikan-karakter/
Pengertian pendidikan karakter pada tingkat dasar
Pengertian pendidikan karakter tingkat dasar haruslah menitikberatkan kepada sikap maupun keterampilan dibandingkan pada ilmu pengetahuan lainnya. Dengan pendidikan dasar inilah seseorang diharapkan akan menjadi pribadi yang lebih baik dalam menjalankan hidup hingga ke tahapan pendidikan selanjutnya. Pendidikan karakter tingkat dasar haruslah membentuk suatu fondasi yang kuat demi keutuhan rangkaian pendidikan tersebut. Karena semakin tinggi tingkat pendidikan maka semakin luas pula ragam ilmu yang didapat dari seseorang dan akibat yang akan didapatkannyapun semakin besar jika tanpa ada landasan pengertian pendidikan karakter yang diterapkan sejak usia dini. Sebagai contoh perbuatan yang merusak moral dan karakter adalah tawuran antar penduduk desa, dahulu saya kira tidaklah pernah kita mendengar yang namanya tawuran, akan tetapi sekarang sudah lazim tergiang di gendang telinga kita, bukan anak sma, bukan anak smp tetapi penduduk desa, antar warga kampung... sungguh memprihatinkan.Pengertian ilmu pendidikan karakter ini merupakan salah satu alat yang paling penting dan harus dimiliki oleh setiap orang. Sehingga tingkat pengertian pendidikan karakter seseorang juga merupakan salah satu alat terbesar yang akan menjamin kualitas hidup seseorang dan keberhasilan pergaulan di dalam masyarakat. Disamping pendidikan formal yang kita dapatkan, kemampuan memperbaiki diri dan pengalaman juga merupakan hal yang mendukung upaya pendidikan seseorang di dalam bermasyarakat. Tanpa itu pengembangan inividu cenderung tidak akan menjadi lebih baik. Pendidikan karakter diharapkan tidak membentuk siswa yang suka tawuran, nyontek, malas, pornografi, penyalahgunaan obat-obatan dan lain-lain.
Pada kenyataannya moral adalah faktor utama yang mendukung pendidikan karakter seseorang tetapi masih ada beberapa faktor yang menyebabkan siswa tidak dapat menyerap pendidikan karakter yang diberikan. Sebagian besar dikarenakan terbentur dari sisi latar belakang ekonomi dan sosial, kemampuan seorang siswa sebenarnya ada akan tetapi karena terbentur oleh faktor di atas maka terbentur pula kemampuan seorang siswa untuk dapat menyerap apa yang telah diberikan kepadanya. Umumnya siswa dari keluarga yang memiliki tingkat ekonomi lebih baik akan lebih mudah untuk memilih jenis pendidikan yang diingikannya walaupun kemampuan seseorang berbeda-beda. Tingkat ekonmi juga menyumbang banyak pengaruh kepada tingkat penyerapan seorang siswa, siswa dengan tingkat ekonomi tinggi memiliki kesempatan berpendidikan dan berkarakter lebih baik dibanding dengan siswa yang kurang mampu walaupun hal ini tidak menjadi sebuah patokan. Hal ini pula yang meyakinkan kepada program pemerintah bahwa setiap tingkatan ekonomi masyarakat haruslah dapat memperoleh pendidikan semaksimal mungkin, termasuk pendidikan karakter.
Demikian juga dengan faktor dari dalam, yaitu faktor orang tua. Kenapa saya sebut faktor dari orang tua ? Sebagai orang tua haruslah menaruh kepedulian yang sangat tinggi terhadap pendidikan karakter anak-anaknya karena faktor orang tua juga merupakan salah satu kunci sukses dalam dunia pendidikan. Orang tua yang memiliki tingkat ekonomi tinggi haruslah memfokuskan pendidikan untuk anaknya, jangan memfokuskan untuk mencari harta kekayaan yang beralasan demi masa depan anaknya diukur dengan uang. Orang tua yang memiliki tingkat ekonomi rendah, janganlah menjadikan kambing hitam ekonomi untuk membentengi kemampuan si anak. Orang tua tetaplah harus terlibat dalam dunia pendidikan si anak demi mencapai kesempurnaan pendidikan. Jangan sampai orang tua justru menjadi penghambat upaya-upaya yang dilakukan negara maupun guru.
Faktor lain yang mendukung pendidikan karakter anak adalah guru, guru tentunya harus tahu tujuannya sebagai guru, bukan alasan utama untuk menjadi profesi guru untuk mencari nafkah demi keluarganya saja, tetaplah berpedoman bahwa seorang guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa, bukan pahlawan dengan banyak tanda jasa. Guru memiliki tanggung jawab untuk membentuk hubungan yang baik dengan para siswa dan orang tua. Guru juga harus mampu berkomunikasi secara efektif dengan kedua orang tua dan siswa dalam rangka untuk memastikan bahwa tidak ada kesalahpahaman atau katidaktahuan tentang pendidikan anak-anak. Seorang guru yang baik menyadari setiap kebutuhan khusus untuk membantu siswa menyesuaikan diri dengan kurikulum yang sesuai. Dan sudah pasti, diperlukan kesabaran ekstra bagi seorang guru dalam berhadapan dengan para siswa. Jadi haruslah ada keterkaitan faktor-faktor tersebut agar terjalin kesinambungan pendidikan yang baik bahkan mencapai ke tingkat kesempurnaan.
Tentunya suatu pendidikan yang ideal tidak dapat dicapai dengan hanya belajar di sekolah, walaupun kurikulum selalu disesuaikan dengan peradaban saat ini. Saya sendiri sebenarnya kurang setuju jika kurikulum selalu berubah-ubah, karena menurut pemikiran saya bahwa perubahan kurikulum yang terlalu sering akan menyebabkan penguasaan bidang pendidikan berkurang apalagi kepada pihak guru. Adalah bijaksana jika suatu kurikulum memperhatikan perkembangan jaman, kurikulum yang bersifat elastis yang dapat mengikuti alur kehidupan. Apalagi penerapan kurikulum sudah banyak meninggalkan pendidikan karakter, dahulu kita pernah mendapatkan yang namanya PMP (Pendidikan Moral Pancasila) tetapi saat sekarang sudah tidak terdengar lagi bukan ? Apakah kita harus meninggalkan semua pendidikan etika seperti itu ?
Pendidikan karakter sangatlah menjadi perhatian berbagai negara di dunia ini untuk membentuk generasi yang berkualitas. Kita harapkan saja bahwa generasi penerus bangsa ini juga mengedepankan pendidikan karakter sehingga membentuk generasi yang tidak brutal, tidak berprilaku free seks, tidak berpesta miunuman keras bahkan tidak berprilaku pornografi. Kita juga mengharapkan dapat berkurangnya tingkat korupsi bahkan hilang, dengan meningkatkan pendidikan karakter tersebut.
Pengertian pendidikan karakter memiliki makna yang amat luas, semua itu tergantung kepada setiap individu yang berperan di dalamnya. Semoga saja pendidikan di negeri ini akan bertambah maju demi masa depan generasi penerus bangsa ini, dan semoga juga pendidikan dapat menjangkau semua aspek kehidupan agar bangsa ini dapat bersaing di dunia internasional dan menjadikan manusia Indonesia menjadi lebih bermoral dan bersumber daya yang tinggi. Semoga artikel pendidikan karakter ini dapat memberikan manfaat, salam belajar menjadi blogger
sumber : http://belajarpsikologi.com/pengertian-pendidikan-karakter/
Sejarah Al-Barzanji
Al-Barzanji
atau Berzanji adalah suatu do’a-do’a, puji-pujian dan penceritaan
riwayat Nabi Muhammad saw yang biasa dilantunkan dengan irama atau nada.
Isi Berzanji bertutur tentang kehidupan Nabi Muhammad saw yakni
silsilah keturunannya, masa kanak-kanak, remaja, dewasa, hingga diangkat
menjadi rasul. Didalamnya juga mengisahkan sifat-sifat mulia yang
dimiliki Nabi Muhammad serta berbagai peristiwa untuk dijadikan teladan
umat manusia.
Nama
Barzanji diambil dari nama pengarangnya, seorang sufi bernama Syaikh
Ja’far bin Husin bin Abdul Karim bin Muhammad Al – Barzanji. Beliau
adalah pengarang kitab Maulid yang termasyur dan terkenal dengan nama
Mawlid Al-Barzanji. Karya tulis tersebut sebenarnya berjudul ‘Iqd
Al-Jawahir (kalung permata) atau ‘Iqd Al-Jawhar fi Mawlid An-Nabiyyil
Azhar. Barzanji sebenarnya adalah nama sebuah tempat di Kurdistan,
Barzanj. Nama Al-Barzanji menjadi populer
tahun 1920-an ketika Syaikh Mahmud Al-Barzanji memimpin pemberontakan
nasional Kurdi terhadap Inggris yang pada waktu itu menguasai Irak.
Kitab
Maulid Al-Barzanji karangan beliau ini termasuk salah satu kitab maulid
yang paling populer dan paling luas tersebar ke pelosok negeri Arab dan
Islam, baik Timur maupun Barat. Bahkan banyak kalangan Arab dan non-Arab
yang menghafalnya dan mereka membacanya dalam acara-acara keagamaan
yang sesuai. Kandungannya merupakan Khulasah (ringkasan) Sirah Nabawiyah
yang meliputi kisah kelahiran beliau, pengutusannya sebagai rasul,
hijrah, akhlaq, peperangan hingga wafatnya. Syaikh Ja’far Al-Barzanji
dilahirkan pada hari Kamis awal bulan Zulhijjah tahun 1126 di Madinah
Al-Munawwaroh dan wafat pada hari Selasa, selepas Asar, 4 Sya’ban tahun
1177 H di Kota Madinah dan dimakamkan di Jannatul Baqi`, sebelah bawah
maqam beliau dari kalangan anak-anak perempuan Junjungan Nabi saw.
Sayyid
Ja’far Al-Barzanji adalah seorang ulama’ besar keturunan Nabi Muhammad
saw dari keluarga Sa’adah Al Barzanji yang termasyur, berasal dari
Barzanj di Irak. Datuk-datuk Sayyid Ja’far semuanya ulama terkemuka yang
terkenal dengan ilmu dan amalnya, keutamaan dan keshalihannya. Beliau
mempunyai sifat dan akhlak yang terpuji, jiwa yang bersih, sangat pemaaf
dan pengampun, zuhud, amat berpegang dengan Al-Quran dan Sunnah, wara’,
banyak berzikir, sentiasa bertafakkur, mendahului dalam membuat
kebajikan bersedekah,dan pemurah.
Nama
nasabnya adalah Sayid Ja’far ibn Hasan ibn Abdul Karim ibn Muhammad ibn
Sayid Rasul ibn Abdul Sayid ibn Abdul Rasul ibn Qalandar ibn Abdul Sayid
ibn Isa ibn Husain ibn Bayazid ibn Abdul Karim ibn Isa ibn Ali ibn
Yusuf ibn Mansur ibn Abdul Aziz ibn Abdullah ibn Ismail ibn Al-Imam Musa
Al-Kazim ibn Al-Imam Ja’far As-Sodiq ibn Al-Imam Muhammad Al-Baqir ibn
Al-Imam Zainal Abidin ibn Al-Imam Husain ibn Sayidina Ali r.a.
Semasa
kecilnya beliau telah belajar Al-Quran dari Syaikh Ismail Al-Yamani, dan
belajar tajwid serta membaiki bacaan dengan Syaikh Yusuf As-So’idi dan
Syaikh Syamsuddin Al-Misri.Antara guru-guru beliau dalam ilmu agama dan
syariat adalah : Sayid Abdul Karim Haidar Al-Barzanji, Syeikh Yusuf
Al-Kurdi, Sayid Athiyatullah Al-Hindi. Sayid Ja’far Al-Barzanji telah
menguasai banyak cabang ilmu, antaranya: Shoraf, Nahwu, Manthiq, Ma’ani,
Bayan, Adab, Fiqh, Usulul Fiqh, Faraidh, Hisab, Usuluddin, Hadits, Usul
Hadits, Tafsir, Hikmah, Handasah, A’rudh, Kalam, Lughah, Sirah, Qiraat,
Suluk, Tasawuf, Kutub Ahkam, Rijal, Mustholah.
Syaikh
Ja’far Al-Barzanji juga seorang Qodhi (hakim) dari madzhab Maliki yang
bermukim di Madinah, merupakan salah seorang keturunan (buyut) dari
cendekiawan besar Muhammad bin Abdul Rasul bin Abdul Sayyid Al-Alwi
Al-Husain Al-Musawi Al-Saharzuri Al-Barzanji (1040-1103 H / 1630-1691
M), Mufti Agung dari madzhab Syafi’i di Madinah. Sang mufti (pemberi
fatwa) berasal dari Shaharzur, kota kaum Kurdi di Irak, lalu mengembara
ke berbagai negeri sebelum bermukim di Kota Sang Nabi. Di sana beliau
telah belajar dari ulama’-ulama’ terkenal, diantaranya Syaikh Athaallah
ibn Ahmad Al-Azhari, Syaikh Abdul Wahab At-Thanthowi Al-Ahmadi, Syaikh
Ahmad Al-Asybuli. Beliau juga telah diijazahkan oleh sebahagian ulama’,
antaranya : Syaikh Muhammad At-Thoyib Al-Fasi, Sayid Muhammad
At-Thobari, Syaikh Muhammad ibn Hasan Al A’jimi, Sayid Musthofa
Al-Bakri, Syaikh Abdullah As-Syubrawi Al-Misri.
Syaikh
Ja’far Al-Barzanji, selain dipandang sebagai mufti, beliau juga menjadi
khatib di Masjid Nabawi dan mengajar di dalam masjid yang mulia
tersebut. Beliau terkenal bukan saja karena ilmu, akhlak dan taqwanya,
tapi juga dengan kekeramatan dan kemakbulan doanya. Penduduk Madinah
sering meminta beliau berdo’a untuk hujan pada musim-musim kemarau.
Historisitas
Al-Barzanji tidak dapat dipisahkan dengan momentum besar perihal
peringatan maulid Nabi Muhammad saw untuk yang pertama kali. Maulid Nabi
atau hari kelahiran Nabi Muhammad saw pada mulanya diperingati untuk
membangkitkan semangat umat Islam. Sebab waktu itu umat Islam sedang
berjuang keras mempertahankan diri dari serangan tentara salib Eropa,
yakni dari Prancis, Jerman, dan Inggris.
Kita
mengenal itu sebagai Perang Salib atau The Crusade. Pada tahun 1099 M
tentara salib telah berhasil merebut Yerusalem dan menyulap Masjidil
Aqsa menjadi gereja. Umat Islam saat itu kehilangan semangat perjuangan
dan persaudaraan ukhuwah. Secara politis memang umat Islam
terpecah-belah dalam banyak kerajaan dan kesultanan. Meskipun ada satu
khalifah tetap satu dari Dinasti Bani Abbas di kota Baghdad sana, namun
hanya sebagai lambang persatuan spiritual.
Adalah
Sultan Salahuddin Yusuf Al-Ayyubi -dalam literatur sejarah Eropa dikenal
dengan nama Saladin, seorang pemimpin yang pandai mengena hati rakyat
jelata. Salahuddin memerintah para tahun 1174-1193 M atau 570-590 H pada
Dinasti Bani Ayyub- katakanlah dia setingkat Gubernur. Meskipun
Salahuddin bukan orang Arab melainkan berasal dari suku Kurdi, pusat
kesultanannya berada di kota Qahirah (Kairo), Mesir, dan daerah
kekuasaannya membentang dari Mesir sampai Suriah dan Semenanjung Arabia.
Menurut Salahuddin, semangat juang umat Islam harus dihidupkan kembali
dengan cara mempertebal kecintaan umat kepada Nabi mereka. Salahuddin
mengimbau umat Islam di seluruh dunia agar hari lahir Nabi Muhammad SAW,
yang setiap tahun berlalu begitu saja tanpa diperingati, kini harus
dirayakan secara massal.
Sebenarnya
hal itu bukan gagasan murni Salahuddin, melainkan usul dari iparnya,
Muzaffaruddin Gekburi yang menjadi Atabeg (setingkat Bupati) di Irbil,
Suriah Utara. Untuk mengimbangi maraknya peringatan Natal oleh umat
Nasrani, Muzaffaruddin di istananya sering menyelenggarakan peringatan
maulid nabi, cuma perayaannya bersifat lokal dan tidak setiap tahun.
Adapun Salahuddin ingin agar perayaan maulid nabi menjadi tradisi bagi
umat Islam di seluruh dunia dengan tujuan meningkatkan semangat juang,
bukan sekadar perayaan ulang tahun biasa.
Ketika
Salahuddin meminta persetujuan dari Khalifah di Baghdad yakni An-Nashir,
ternyata Khalifah setuju. Maka pada musim ibadah haji bulan Dzulhijjah
579 H / 1183 M, Salahuddin sebagai penguasa Haramain (dua tanah suci,
Mekah dan Madinah) mengeluarkan instruksi kepada seluruh jemaah haji,
agar jika kembali ke kampung halaman masing-masing segera menyosialkan
kepada masyarakat Islam di mana saja berada, bahwa mulai tahun 580 /
1184 M tanggal 12 Rabiul Awal dirayakan sebagai hari Maulid Nabi dengan
berbagai kegiatan yang membangkitkan semangat umat Islam.
Pada
mulanya gagasan Salahuddin ditentang oleh para ulama. Sebab sejak zaman
Nabi peringatan seperti itu tidak pernah ada. Lagi pula hari raya resmi
menurut ajaran agama cuma ada dua, yaitu Idul Fitri dan Idul Adha. Akan
tetapi Salahuddin kemudian menegaskan bahwa perayaan Maulid Nabi
hanyalah kegiatan yang menyemarakkan syiar agama, bukan perayaan yang
bersifat ritual, sehingga tidak dapat dikategorikan bid`ah yang
terlarang.
Salah
satu kegiatan yang di prakarsai oleh Sultan Salahuddin pada peringatan
Maulid Nabi yang pertama kali tahun 1184 (580 H) adalah menyelenggarakan
sayembara penulisan riwayat Nabi beserta puji-pujian bagi Nabi dengan
bahasa yang seindah mungkin. Seluruh ulama dan sastrawan diundang untuk
mengikuti kompetisi tersebut. Pemenang yang menjadi juara pertama adalah
Syaikh Ja`far Al-Barzanji.
Ternyata
peringatan Maulid Nabi yang diselenggarakan Sultan Salahuddin itu
membuahkan hasil yang positif. Semangat umat Islam menghadapi Perang
Salib bergelora kembali. Salahuddin berhasil menghimpun kekuatan,
sehingga pada tahun 1187 (583 H) Yerusalem direbut oleh Salahuddin dari
tangan bangsa Eropa, dan Masjidil Aqsa menjadi masjid kembali, sampai
hari ini.
Kitab
Al-Barzanji ditulis dengan tujuan untuk meningkatkan kecintaan kepada
Rasulullah SAW dan meningkatkan gairah umat. Dalam kitab itu riwayat
Nabi saw dilukiskan dengan bahasa yang indah dalam bentuk puisi dan
prosa (nasr) dan kasidah yang sangat menarik. Secara garis besar,
paparan Al-Barzanji dapat diringkas sebagai berikut: (1) Sislilah Nabi
adalah: Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muttalib bin Hasyim bin Abdul
Manaf bin Qusay bin Kitab bin Murrah bin Fihr bin Malik bin Nadar bin
Nizar bin Maiad bin Adnan. (2) Pada masa kecil banyak kelihatan luar
biasa pada dirinya. (3) Berniaga ke Syam (Suraih) ikut pamannya ketika
masih berusia 12 tahun. (4) Menikah dengan Khadijah pada usia 25 tahun.
(5) Diangkat menjadi Rasul pada usia 40 tahun, dan mulai menyiarkan
agama sejak saat itu hingga umur 62 tahun. Rasulullah meninggal di
Madinah setelah dakwahnya dianggap telah sempurna oleh Allah SWT.
Dalam
Barzanji diceritakan bahwa kelahiran kekasih Allah ini ditandai dengan
banyak peristiwa ajaib yang terjadi saat itu, sebagai genderang tentang
kenabiannya dan pemberitahuan bahwa Nabi Muhammad adalah pilihan Allah.
Saat Nabi Muhammad dilahirkan tangannya menyentuh lantai dan kepalanya
mendongak ke arah langit, dalam riwayat yang lain dikisahkan Muhammad
dilahirkan langsung bersujud, pada saat yang bersamaan itu pula istana
Raja Kisrawiyah retak terguncang hingga empat belas berandanya terjatuh.
Maka, Kerajaan Kisra pun porak poranda. Bahkan, dengan lahirnya Nabi
Muhammad ke muka bumi mampu memadamkan api sesembahan Kerajaan Persi
yang diyakini tak bisa dipadamkan oleh siapapun selama ribuan tahun.
Keagungan
akhlaknya tergambarkan dalam setiap prilaku beliau sehari-hari. Sekitar
umur tiga puluh lima tahun, beliau mampu mendamaikan beberapa kabilah
dalam hal peletakan batu Hajar Aswad di Ka’bah. Di tengah masing-masing
kabilah yang bersitegang mengaku dirinya yang berhak meletakkan Hajar
Aswad, Rasulullah tampil justru tidak mengutamakan dirinya sendiri,
melainkan bersikap akomodatif dengan meminta kepada setiap kabilah untuk
memegang setiap ujung sorban yang ia letakan di atasnya Hajar Aswad.
Keempat perwakilan kabilah itu pun lalu mengangkat sorban berisi Hajar
Aswad, dan Rasulullah kemudian mengambilnya lalu meletakkannya di
Ka’bah.
Kisah
lain yang juga bisa dijadikan teladan adalah pada suatu pengajian
seorang sahabat datang terlambat, lalu ia tidak mendapati ruang kosong
untuk duduk. Bahkan, ia minta kepada sahabat yang lain untuk menggeser
tempat duduknya, namun tak ada satu pun yang mau. Di tengah
kebingungannya, Rasulullah saw memanggil sahabat tersebut dan memintanya
duduk di sampingnya.. Tidak hanya itu, Rasul kemudian melipat sorbannya
lalu memberikannya pada sahabat tersebut untuk dijadikan alas tempat
duduk. Melihat keagungan akhlak Nabi Muhammad, sahabat tersebut dengan
berlinangan air mata lalu menerima sorban tersebut namun tidak
menjadikannya alas duduk, tetapi justru mencium sorban Nabi Muhammad saw
tersebut.
Bacaan
shalawat dan pujian kepada Rasulullah bergema saat kita membacakan
Barzanji di acara peringatan maulid Nabi Mauhammad saw, Ya Nabi salâm
‘alaika, Ya Rasûl salâm ‘alaika, Ya Habîb salâm ‘alaika, ShalawatulLâh
‘alaika… (Wahai Nabi salam untukmu, Wahai Rasul salam untukmu, Wahai
Kekasih salam untukmu, Shalawat Allah kepadamu…)
Kemudian,
apa tujuan dari peringatan maulid Nabi dan bacaan shalawat serta pujian
kepada Rasulullah? Dr. Sa’id Ramadlan Al-Bûthi menulis dalam Kitab Fiqh
Al-Sîrah Al-Nabawiyyah: “Tujuannya tidak hanya untuk sekedar mengetahui
perjalanan Nabi dari sisi sejarah saja. Tapi, agar kita mau melakukan
tindakan aplikatif yang menggambarkan hakikat Islam yang paripurna
dengan mencontoh Nabi Muhammad saw.”
Sarjana
Jerman peneliti Islam, Annemarie Schimmel dalam bukunya, Dan Muhammad
adalah Utusan Allah: Penghormatan terhadap Nabi saw dalam Islam (1991), ,
menerangkan bahwa teks asli karangan Ja’far Al-Barzanji, dalam bahasa
Arab, sebetulnya berbentuk prosa. Namun, para penyair kemudian mengolah
kembali teks itu menjadi untaian syair, sebentuk eulogy bagi Sang Nabi.
Pancaran kharisma Nabi Muhammad saw terpantul pula dalam sejumlah puisi,
yang termasyhur: Seuntai gita untuk pribadi utama, yang didendangkan
dari masa ke masa.
Untaian
syair itulah yang tersebar ke berbagai negeri di Asia dan Afrika, tak
terkecuali Indonesia. Tidak tertinggal oleh umat Islam penutur bahasa
Swahili di Afrika atau penutur bahasa Urdu di India, kita pun dapat
membaca versi bahasa Indonesia dari syair itu, meski kekuatan puitis
yang terkandung dalam bahasa Arab kiranya belum sepenuhnya terwadahi
dalam bahasa kita sejauh ini.
Secara
sederhana kita dapat mengatakan bahwa karya Ja’far Al-Barzanji merupakan
biografi puitis Nabi Muhammad saw. Dalam garis besarnya, karya ini
terbagi dua: ‘Natsar’ dan ‘Nadhom’. Bagian Natsar terdiri atas 19 sub
bagian yang memuat 355 untaian syair, dengan mengolah bunyi “ah” pada
tiap-tiap rima akhir. Seluruhnya menurutkan riwayat Nabi Muhammad saw,
mulai dari saat-saat menjelang beliau dilahirkan hingga masa-masa
tatkala paduka mendapat tugas kenabian. Sementara, bagian Nadhom terdiri
atas 16 sub bagian yang memuat 205 untaian syair, dengan mengolah rima
akhir “nun”.
Dalam
untaian prosa lirik atau sajak prosaik itu, terasa betul adanya
keterpukauan sang penyair oleh sosok dan akhlak Sang Nabi. Dalam bagian
Nadhom misalnya, antara lain diungkapkan sapaan kepada Nabi pujaan”
Engkau mentari, Engkau rebulan dan Engkau cahaya di atas cahaya“.
Di
antara idiom-idiom yang terdapat dalam karya ini, banyak yang dipungut
dari alam raya seperti matahari, bulan, purnama, cahaya, satwa, batu,
dan lain-lain. Idiom-idiom seperti itu diolah sedemikian rupa, bahkan
disenyawakan dengan shalawat dan doa, sehingga melahirkan sejumlah besar
metafor yang gemilang. Silsilah Sang Nabi sendiri, misalnya, dilukiskan
sebagai “Untaian Mutiara”.
Betapapun,
kita dapat melihat teks seperti ini sebagai tutur kata yang lahir dari
perspektif penyair. Pokok-pokok tuturannya sendiri, terutama menyangkut
riwayat Sang Nabi, terasa berpegang erat pada Alquran, hadist, dan sirah
nabawiyyah. Sang penyair kemudian mencurahkan kembali rincian kejadian
dalam sejarah ke dalam wadah puisi, diperkaya dengan imajinasi puitis,
sehingga pembaca dapat merasakan madah yang indah.
Salah
satu hal yang mengagumkan sehubungan dengan karya Ja’far Al-Barzanji
adalah kenyataan bahwa karya tulis ini tidak berhenti pada fungsinya
sebagai bahan bacaan. Dengan segala potensinya, karya ini kiranya telah
ikut membentuk tradisi dan mengembangkan kebudayaan sehubungan dengan
cara umat Islam diberbagai negeri menghormati sosok dan perjuangan Nabi
Muhammad saw.
Kitab
Maulid Al-Barzanji ini telah disyarahkan oleh Al-’Allaamah Al-Faqih
Asy-Syaikh Abu ‘Abdullah Muhammad bin Ahmad yang terkenal dengan
panggilan Ba`ilisy yang wafat tahun 1299 H dengan satu syarah yang
memadai, cukup elok dan bermanfaat yang dinamakan ‘Al-Qawl Al-Munji ‘ala
Mawlid Al-Barzanji’ yang telah banyak kali diulang cetaknya di Mesir.
Di
samping itu, telah disyarahkan pula oleh para ulama kenamaan umat ini.
Antara yang masyhur mensyarahkannya ialah Syaikh Muhammad bin Ahmad
‘Ilyisy Al-Maaliki Al-’Asy’ari Asy-Syadzili Al-Azhari dengan kitab
’Al-Qawl Al-Munji ‘ala Maulid Al-Barzanji’. Beliau ini adalah seorang
ulama besar keluaran Al-Azhar Asy-Syarif, bermazhab Maliki lagi Asy`ari
dan menjalankan Thoriqah Asy-Syadziliyyah. Beliau lahir pada tahun 1217 H
/ 1802M dan wafat pada tahun 1299 H / 1882M.
Ulama
kita kelahiran Banten, Pulau Jawa, yang terkenal sebagai ulama dan
penulis yang produktif dengan banyak karangannya, yaitu Sayyidul Ulamail
Hijaz, An-Nawawi Ats-Tsani, Syaikh Muhammad Nawawi Al-Bantani Al-Jawi
turut menulis syarah yang lathifah bagi Maulid al-Barzanji dan
karangannya itu dinamakannya ‘Madaarijush Shu`uud ila Iktisaail Buruud’.
Kemudian, Sayyid Ja’far bin Sayyid Isma`il bin Sayyid Zainal ‘Abidin
bin Sayyid Muhammad Al-Hadi bin Sayyid Zain yang merupakan suami kepada
satu-satunya anak Sayyid Ja’far al-Barzanji, juga telah menulis syarah
bagi Maulid Al-Barzanj tersebut yang dinamakannya ‘Al-Kawkabul Anwar
‘ala ‘Iqdil Jawhar fi Maulidin Nabiyil Azhar’. Sayyid Ja’far ini juga
adalah seorang ulama besar keluaran Al-Azhar Asy-Syarif. Beliau juga
merupakan seorang Mufti Syafi`iyyah. Karangan-karangan beliau banyak,
antaranya: “Syawaahidul Ghufraan ‘ala Jaliyal Ahzan fi Fadhaail
Ramadhan”, “Mashaabiihul Ghurar ‘ala Jaliyal Kadar” dan “Taajul Ibtihaaj
‘ala Dhauil Wahhaaj fi Israa` wal Mi’raaj”. Beliau juga telah menulis
sebuah manaqib yang menceritakan perjalanan hidup dan ketinggian
nendanya Sayyid Ja’far Al-Barzanji dalam kitabnya “Ar-Raudhul A’thar fi
Manaqib As-Sayyid Ja’far”.
Kitab
Al-Barzanji dalam bahasa aslinya (Arab) dibacakan dalam berbagai macam
lagu; rekby (dibaca perlahan), hejas (dibaca lebih keras dari rekby ),
ras (lebih tinggi dari nadanya dengan irama yang beraneka ragam), husein
(memebacanya dengan tekanan suara yang tenang), nakwan membaca dengan
suara tinggi tapi nadanya sama dengan nada ras, dan masyry, yaitu
dilagukan dengan suara yang lembut serta dibarengi dengan perasaan yang
dalam.
Di
berbagai belahan Dunia Islam, syair Barzanji lazimnya dibacakan dalam
kesempatan memeringati hari kelahiran Sang Nabi. Dengan mengingat-ingat
riwayat Sang Nabi, seraya memanjatkan shalawat serta salam untuknya,
orang berharap mendapat berkah keselamatan, kesejahteraan, dan
ketenteraman. Sudah lazim pula, tak terkecuali di negeri kita, syair
Barzanji didendangkan – biasanya, dalam bentuk standing ovation – dikala
menyambut bayi yang baru lahir dan mencukur rambutnya.
Pada
perkembangan berikutnya, pembacaan Barzanji dilakukan di berbagai
kesempatan sebagai sebuah pengharapan untuk pencapaian sesuatu yang
lebih baik. Misalnya pada saat kelahiran bayi, upacara pemberian nama,
mencukur rambut bayi, aqiqah, khitanan, pernikahan, syukuran, kematian
(haul), serta seseorang yang berangkat haji dan selama berada disana.
Ada juga yang hanya membaca Barzanji dengan berbagai kegiatan keagamaan,
seperti penampilan kesenian hadhrah, pengumuman hasil berbagai lomba,
dan lain-lain, dan puncaknya ialah mau’idhah hasanah dari para muballigh
atau da’i.
Kini
peringatan Maulid Nabi sangat lekat dengan kehidupan warga Nahdlatul
Ulama (NU). Hari Senin tanggal 12 Rabi’ul Awal kalender hijriyah
(Maulud). Acara yang disuguhkan dalam peringatan hari kelahiran Nabi ini
amat variatif, dan kadang diselenggarakan sampai hari-hari bulan
berikutnya, bulan Rabius Tsany (Bakda Mulud). Ada yang hanya mengirimkan
masakan-masakan spesial untuk dikirimkan ke beberapa tetangga kanan dan
kiri, ada yang menyelenggarakan upacara sederhana di rumah
masing-masing, ada yang agak besar seperti yang diselenggarakan di
mushala dan masjid-masjid, bahkan ada juga yang menyelenggarakan secara
besar-besaran, dihadiri puluhan ribu umat Islam.
Para
ulama NU memandang peringatan Maulid Nabi ini sebagai bid’ah atau
perbuatan yang di zaman Nabi tidak ada, namun termasuk bid’ah hasanah
(bid’ah yang baik) yang diperbolehkan dalam Islam. Banyak memang amalan
seorang muslim yang pada zaman Nabi tidak ada namun sekarang dilakukan
umat Islam, antara lain: berzanjen, diba’an, yasinan, tahlilan (bacaan
Tahlilnya, misalnya, tidak bid’ah sebab Rasulullah sendiri sering
membacanya), mau’idhah hasanah pada acara temanten dan mauludan.
Dalam
‘Madarirushu’ud Syarhul’ Barzanji dikisahkan, Rasulullah SAW bersabda:
“Siapa menghormati hari lahirku, tentu aku berikan syafa’at kepadanya di
hari kiamat.” Sahabat Umar bin Khattab secara bersemangat mengatakan:
“Siapa yang menghormati hari lahir Rasulullah sama artinya dengan
menghidupkan Islam!”
Sumber http:/http://www.sarkub.com/2013/sejarah-al-barzanji/
Langganan:
Postingan (Atom)



